54. Jangan Tinggalkan Dzikir Dalam Keadaan Apa pun.

Madina2rnd

54. Do not abandon the invocation because you do not feel the Presence of Allah therein. For your forgetfulness of the invocation of Him is worse than your forgetfulness in the invocation of Him. Perhaps He will take you from an invocation with forgetfulness to one with vigilance, and from one with Presence of Allah to one wherein everything but the Invoked is absent. “And that is not difficult for Allah.”

 

” 54. Jangan meninggalkan dzikir, kerana engkau belum selalu ingat kepada Allah diwaktu berdzikir. Sebab kelalaianmu terhadap Allah ketika tidak berdzikir lebih berbahaya daripada kelalaianmu terhadap Allah ketika kamu berdzikir. Semoga Allah menaikkan darjatmu daripada berdzikir dengan kelalaian kepada dzikir yang disertai ingat. Daripada dzikir yang disertai ingat kepada dzikir yang disertai rasa hadir. Dan daripada dzikir yang disertai rasa hadir kepada dzikir hingga lupa terhadap segala sesuatu selain Allah. Dan yang demikian itu bagi Allah bukanlah sukar.”

Penjelasan :-

Sh Ibn ‘Atha’illah berpesan agar sentiasa berdzikir. Memindah dari satu tingkat ke lain tingkat/darjat dzikir adalah satu-satunya jalan yang terdekat menuju kepada Allah.

Abu Qassim al-Qushairy berkata dzikir itu simbol kewalian dan pelita penerang untuk sampai, dan tanda sihatnya permulaan dan menunjukkan jernih akhir puncaknya. Tiada suatu amal yang menyamai dzikir sebab segala amal perbuatan itu ditujukan untuk berdzikir. Maka dzikir itu bagaikan jiwa dari segala amal. Sedang kelebihan dzikir dan keutamaannya tidak dapat dibatasi. Firman Allah :- Oleh itu ingatlah kamu kepadaKu nescaya aku membalasmu dengan kebaikan : dan bersyukurlah kamu kepadaKu dan jangan kamu kufur (akan nikmat Ku). Al Baqarah ayat 152.

Dalam hadis qudsi Allah berfirman :- Aku selalu mengikuti sangkaan hambaKu terhadapKu dan Aku selalu menyertainya ketika ia berdzikir kepadaKu. Jika ia berdzikir sendirian dalam hati peribadinya, Aku pun berdzikir padanya dalam diriKu. Dan jika ia berdzikir padaKu dihadapan umum, Aku pun berdzikir kepadanya dimuka umum yang lebih baik dari golongannya. Dan bila ia mendekatiKu se jengkal, Aku mendekat kepadanya se hasta. Jika ia mendekat kepadaKu se hasta, aku mendekat kepadanya se depa. Dan bila ia datang kepadaKu berjalan, Aku datang kepadanya berjalan cepat.

Abdullah bin Abbas R.A berkata : Tiada satu kewajipan yang diwajibkan oleh Allah kepada hambaNya melainkan ada batas-batasnya. Kemudian, bagi orang yang uzur dimaafkan bila tidak dapat melakukannya. Kecuali dzikir – maka tidak ada batas dan tidak ada uzur yang dapat diterima untuk tidak berdzikir, kecuali jika berubah akal (gila).

Hai sekelian orang yang beriman, berdzikirlah kamu kepada Allah sebanyak banyak dzikir. Dan bertasbihlah mengagungkan Allah pada pagi dan petang. Iaitu pada pagi, siang, senja, malam, di darat, di laut, di udara, musafir dan tidak musafir – iaitu pada segala tempat dan masa, bagi yang kaya, miskin, sihat, sakit, terang terangan, sembunyi, dengan lisan atau hati dan pada segala hal dan keadaan.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s