6. Tertundanya Pengabulan Doa

6. If in spite of intense supplication, there is a delay in the timing of the Gift, let that not be the cause for your despairing, for He has guaranteed you a response in what He chooses for you, not in what you choose for yourself, and at the time He desires, not the time you desire.

” Janganlah kelambatan masa pemberian tuhan kepadamu, padahal kau bersungguh sungguh dalam berdoa, menyebabkan patah harapan, sebab Allah telah menjamin menerima semua doa dalam apa yang Dia kehendaki untuk mu, bukan menurut kehendakmu, dan pada waktu yang ditentukanNya, bukan pada waktu yang kau tentukan.”

Penjelasan :

Firman Allah dalam surah al-Qasas ayat 68 :- “Dan tuhanmu menciptakan apa yang dirancangkan berlakunya, dan Dialah juga yang memilih; tidaklah layak dan tidaklah berhak bagi sesiapapun memilih (selain dari pilihan Allah). Maha Suci Allah dan Maha Tinggilah keadaanNya dari apa yang mereka sekutukan denganNya.”

Sh Ibnu ‘Atha’illah menyebut sebaiknya seorang hamba yang tidak mengetahui apa yang akan terjadi mengakui kebodohan dirinya, sehingga tidak memilih sesuatu yang tampak baginya sepintas lalu baik, padahal ia tidak mengetahui bagaimana akibatnya. Kerana itu bila tuhan yang Maha Mengetahui lagi Bijaksana memilihkan untuknya sesuatu hendaklah rela dan menerima pilihan tuhan yang Maha Belas Kasih lagi Mengetahui dan Bijaksana itu walaupun pada lahirnya pahit dan pedih rasanya, namun itulah yang terbaik baginya. Kerana itu bila berdoa, kemudian belum juga tercapai keinginannya, janganlah keburu patah harapan.

Firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 216 :- “… dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya.”

Ayat al-Quran  surah Yunus ayat 89 :- “Allah berfirman sesungguhnya telah dikabulkan doa kamu berdua; oleh itu hendaklah kamu tetap (menjalankan perintahKu seterusnya), dan janganlah kamu menurut jalan orang-orang yang tidak mengetahui.” Abu Hasan al-syizili (RA) menyebut ketika mengertikannya – maka terlaksananya kebinasaan Firaun yang berarti telah diterima doa Musa dan Haron – selepas empat puluh tahun.

Rasulullah (SAW) bersabda :- Pasti diterima doamu itu selama tidak keburu,

Dari Anas (RA) Rasulullah (SAW) bersabda :-Tiada seorang berdoa, melainkan pasti diterima oleh Allah doanya atau dihindarkan daripadanya bahaya, atau diampunkan sebahagian dosanya selama ia tidak berdoa untuk sesuatu yang berdosa, atau untuk memutus hubungan silaturahim.

Abu ‘Abbas al-mursi ketika ia sakit, datang seorang pengawal kepadanya lalu berkata “semoga Allah menyembuhkan kau.” Abu ‘Abbas tinggal diam menyambut kata-kata itu, kemudian ia berkata “Apakah kau kira saya tidak minta ‘afiat kepada Allah, sungguh saya telah minta ‘afiat, dan penderitaanku ini termasuk ‘afiat. Ketahuilah rasulullah minta ‘afiat dan baginda berkata – selalu bekas makanan itu terasa olehku dan kini masa putusnya urat jantungku. Abu Bakar as-siddiq meminta ‘afiat dan mati terkena racun. Umar al-khattab meminta ‘afiat dan mati terbunuh. Usman al-affan juga meminta ‘afiat dan juga mati tertikam. Ali bin Abi Thalib minta ‘afiat juga mati terbunuh. Maka bila kau meminta ‘afiat kepada Allah, mintalah menurut apa yang ditentukan oleh Allah untukmu. Maka sebaik baik seorang hamba ialah yang menyerah menurut kehendak tuhannya, dan mempercayai bahwa yang di beri tuhan itulah yang terbaik baginya meskipun tidak cocok dengan kemahuan hawa nafsunya.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s