13. Belenggu Yang Menghalangi Jalan Menuju Allah

Image

13. How can the heart be illumined while the forms of creatures are reflected in its mirror? Or how can it journey to Allah while shackled by its passions? Or how can it desire to enter the Presence of Allah while it has not yet purified itself of the stain of its forgetfulness? Or how can it understand the subtle points of mysteries while it has not yet repented of its offenses?

” Bagaimana akan dapat terang hati seseorang, padahal gambar dunia ini terlukis dalam lensa cermin hatinya? Atau, bagaimana akan pergi menuju kepada Allah, padahal ia masih terikat/terbelenggu oleh syahwat hawa nafsunya? Atau, bagaimana akan dapat masuk ke hadrat Allah, padahal ia belum bersih/suci dari kelalaiannya? Atau, bagaimana mengharap akan mengerti rahsia-rahsia yang halus, padahal ia belum bertaubat dari kesalahan/kekeliruannya? ” 

Penjelasan :-

Sh Ibnu ‘Atha’illah menasihatkan : mustahil berkumpulnya dua hal yang berlawanan dalam satu tempat dan masa, sebagaimana berkumpulnya antara diam dengan gerak, antara cahaya terang dengan gelap.

Demikian pula nur iman yang suram dan malap disebabkan kerana masih selalu berharap/bersandar kepada sesuatu selain Allah. Demikian pula berjalan menuju kepada Allah perlu bebas dari belenggu hawa nafsu.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s